Semarang, 21 Agustus 2019. Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPPI) yang berkantor pusat dan berdiri di Malang tahun 2015 semakin berkibar. Semangat untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia sudah bergaung di wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan dibentuknya kepengurusan wilayah Provinsi Jawa Tengah periode 2019—2024 yang diketuai oleh Dr. Iin Purnamasari, S.Pd., M.Pd., dosen dan Kepala Pusat Pendidikan Humaniora, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Pelantikan secara resmi dilakukan oleh Presiden APPPI, Dr. Isnandar, M.T., pada 21 Agustus 2019 bertempat di Aula Utama Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Pelantikan disaksikan oleh Rektor UPGRIS beserta para Wakil Rektor, dan anggota Rapat Pimpinan, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan para dosen & guru peserta Seminar dan Lokakarya Pendidikan yang diadakan oleh Pengurus APPPI wilayah Jawa Tengah.

Presiden APPPI, Dr. Isnandar, M.T., sedang memberikan pengantar sebelum melantik Pengurus Wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Acara dimulai dengan pembacaan surat keputusan pembentukan kepengurusan wilayah oleh Sekretaris Jenderal APPPI, Dr. H. Subanji, M.Si. Kepengurusan Wilayah Jateng terdiri atas perwakilan dosen perguruan tinggi, guru sekolah menengah dan dasar, pengawas, dan birokrat. Mereka adalah orang-orang terpilih yang siap berjuang dengan tanpa pamrih untuk mengabdi ke seluruh Indonesia, khususnya wilayah Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Presiden APPPI menyambut baik kehadiran kepengurusan wilayah Provinsi Jawa Te-ngah. Pak Is (demikian Presiden APPPI disapa) menegaskan bahwa APPPI sudah demikian pan-jang mengabdi kepada pendidikan di Indonesia. Embrio APPPI adalah program kerjasama antara Universitas Negeri Malang (UM) dan PT Perta-mina (Persero) tahun 2010 s.d. 2015 dengan label Teachers Quality Improvement Program yang disingkat TEQIP.

Program ini sudah teruji keandalannya dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. TEQIP menjangkau Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kep. Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, NTB, NTT, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Berkali-kali Presiden APPPI menegaskan bahwa APPPI bukanlah organisasi partisan, yang mementingkan kelompok-kelompok tertentu. Sebaliknya, APPPI adalah milik semua dan semata-mata berjuang untuk me-ningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Keluasan jangkauan APPPI ini tentu saja memiliki dampak positif langsung dalam mempererat Nega-ra Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka yang berasal dari Aceh (ujung barat Indonesia) dan Papua (ujung timur Indonesia) dapat saling berke-nalan dan bersilaturahmi melalui APPPI. Mereka yang berasal dari Kab. Kep. Talaud (ujung utara Indonesia) dapat bertemu serta bersendagurau

dengan sahabatnya dari Kab. Timor Tengah Utara dan Kab. Belu (ujung selatan Indonesia dan berbatasan dengan negeri jiran Timor Leste). Sinergi positiflah yang lahir untuk membangun pendidikan Indonesia. Dan ini sangat menguntungkan NKRI untuk terus memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali. Untuk memberikan semangat kepada kepengurusan yang baru, Presiden APPPI menggunakan sebuah pantun: “Ke Semarang lewat Joharmanik, mampir ke Solo untuk sembahyang; Ibu dan Bapak pengurus yang baru dilantik, selamat bekerja dan selamat berjuang”. Bergemalah tepuk tangan dari hadirin yang jumlah sekitar 150 orang. Memang mantap Presiden APPPI kita ini. Presiden APPPI berharap agar peng-urus yang baru dilantik ini dapat bekerja langsung melayani rakyat Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam bidang pendidikan.

Categories: Berita

1 Comment

A WordPress Commenter · 30th March 2020 at 12:15 am

Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *