Pandemi covid-19 telah mengubah peradaban manusia, terutama masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang biasanya suka berkumpul terpaksa harus selalu jaga jarak, masyarakat Indonesia yang biasanya bersilaturrahim secara langsung, terpaksa harus silaturrahim secara daring, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan mudik, terpaksa harus mengurungkan/menunda mudik atau bahkan bertemua keluarga cukup dengan daring

Pergeseran peradaban ini juga terjadi di dunia Pendidikan, sekolah yang sudah terbiasa bertatap muka terpaksa berubah menjadi daring. Tidak ada lagi kegiatan kelas, tidak ada lagi diskusi antar siswa secara langsung, tidak ada lagi kegiatan bercengkerama antar siswa, tidak ada lagi kegiatan saling mengajari, tidak ada lagi kegiatan bisnis day, tidak ada lagi kegiatan outbond, tidak ada lagi kegiatan study empiris, dan masih banyak lagi kegiatan sekolah yang harus ditiadakan. Semua hanya bisa dilakukan dalam bentuk belajar daring, daring, daring, dan daring.  Siswa merasa indah bersekolah, sekarang terpaksa tidak boleh lagi datang ke sekolah. Berbagai survey menunjukkan bahwa siswa lebih senang sekolah di kelas dari pada sekolah di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sebagai makhluk social tetap membutuhkan wahana untuk mengembangkan diri berinteraksi dengan siswa lain secara langsung.

Categories: BeritaOPINI

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *