Keinginan Memajukan Pendidikan Indonesia

APPPI lahir dari “Rahim” Teachers Quality Improvement Program (TEQIP) kerjasama “Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia” antara Universitas Negeri Malang dan PT. Pertamina (Persero) yang berlangsung dari tahun 2010 sampai 2015. Atas pembiayaan dari PT. Pertamina (Persero) TEQIP telah memberdayakan guru di 19 Provinsi (NAD, Sumut, Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumbar, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Jatim, NTB, NTT, Sultra, Sulut, Maluku, Malut, Papua Barat, Papua) di 43 Kabupaten/Kota yang melibatkan 4.226 guru dan tahun 2015 telah terdiseminasi ke lebih dari 40.000 guru di Indonesia. TEQIP telah menjangkau daerah-daerah terluar, terdepan, dan tertinggal yang selama ini “tidak terjangkau”.

TEQIP telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap praktik Pendidikan di daerah. Guru-guru yang mengikuti kegiatan TEQIP telah tumbuh percaya dirinya, karena mereka harus menyajikan karya ilmiah di forum seminar nasional. Konsekuensi dari keharusan tampil di forum seminar nasional tersebut adalah mereka harus menghasilkan inovasi-inovasi praktik Pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Dengan pola inovasi secara terus menerus, perkembangan Pendidikan di daerah menjadi tumbuh dengan baik. Prestasi-prestasi peserta didik mulai bermunculan baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, bahkan juga internasional. Begittupula guru-guru yang mengikuti TEQIP telah berhasil menjadi guru-guru berprestasi baik tingkat kab/kota, provinsi maupun nasional. Bahkan beberapa guru telah mengikuti kegiatan di luar negeri, diantaranya di Australia, Jepang, dan Jerman. Model pelatihan guru melalui pembelajaran bermakna berbasis karya ilmiah telah dipatenkan melalui HaKI.  Berangkat dari model pelatihan yang khas di TEQIP menjadi inspirasi untuk mengembangkan secara terus menerus untuk peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia yang selanjutnya melibatkan berbagai komponen pendidik dan pengembang Pendidikan” yang memiliki cita-cita sama “memajukan Pendidikan di Indonesia”, akhirnya lahirlah Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPPI).

Ada dua alasan yang mendasari berdirinya APPPI. Pertama, ada kebijakan dari Menteri BUMN bahwa kerjasama perusahaan-perusahaan di bawah BUMN kalau ingin bekerja sama dengan perguruan tinggi harus dengan system tripartite “Perusahaan-Asosiasi-Perguruan Tinggi”. Karena itu, kerjasama UM dengan PT. Pertamina (Persero), setelah tahun 2015 harus melibatkan asosiasi. Dengan semangat perjuangan dan cita-cita ingin memajukan Pendidikan, maka perlu mendirikan asosiasi yang memiliki nafas sama dengan TEQIP agar kerjasama Pertamina dengan UM bisa berlanjut lebih lama yang berarti perjuangan untuk memajukan Pendidikan Indonesia bisa lebih luas jangkauannya. Dengan tekad yang menurut kami “BAIK”, maka didirikanlah Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPPI).

Kedua, kita sadar bahwa kerjasama dengan PT. Pertamina (Persero) pasti ada batas akhirnya, sementara cita-cita memajukan Pendidikan di Indonesia tidak ada kata-kata “berakhir”. Karena itu perlu Lembaga yang dapat melanjutkan cita-cita tersebut. Model pembinaan yang sudah bergulir seperti bola salju terus membesar dan menggema di pelosok nusantara. Guru-guru alumni TEQIP terus mendiseminasikan model TEQIP ke berbagai daerah. Karena kerjasama UM dengan PT. Pertamina (Persero) sementara berakhir, APPPI melanjutkan cita-cita meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia dengan memfasilitasi guru-guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkreasi dalam melaksanakan praktik Pendidikan dan pembelajaran di sekolah secara bermakna.

Perkembangan APPPI terus terjadi, APPPI – Asosiasi Pendidik dan Pengembangan Pendidikan Indonesia sebagai salah satu lembaga yang memiliki kepedulian dalam peningkatan kualitas dan pengembangan pendidikan di Indonesia telah menjalin kemitraan dengan SMI (Sulawesi Maining Invesment), BDM (Bintang Delapan Mineral),  IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) untuk meningkat-kan kualitas pendidikan di Kecamatan Bahudopi Kabupaten Morowali. Langkah awal yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan melakukan pemetaan pendidikan di Kecamatan Bahodopi. Dengan pemetaan tersebut diharapkan dapat diketahui kelemahan-kelemahan praktik pendidikan yang ada di Kecamatan Bahodopi dan dapat dilakukan langkah perbaikannya.

Pemetaan pendidikan dilakukan dalam 4 (empat) komponen, yakni: (1) arah kebijakan pemerintah daerah dalam membangun pendidikan di Morowali, (2) pemetaan kompetensi kepala sekolah dan pengawas; (3) pemetaan kompetensi guru SD, SMP, SMA, dan SMK; (4) survey sarana dan prasarana penunjang pendidikan di Kecamatan Bahodopi. Arah kebijakan pendidikan Kabupaten Morowali sangat penting diketahui agar dapat dijdaikan pijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bahodopi. Kepala sekolah dan pengawas sebagai ujung tombak dalam mengelola sekolah sangat penting untuk dipetakan kompetensinya, agar dapat digunakan untuk peningkatan menuju pengelolaan sekolah secara profesional.  Guru sebagai ujung tombak dalam melaksanakan pembelajaran yang senantiasa berinteraksi dengan siswa menjadi bagian yang sangat penting dan sentral dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Guru harus berperan sebagai motivator dan mediator bagi siswa untuk dapat belajar secara efektif dan efisien. Karena itu guru harus berperan mendorong siswa untuk belajar. Dalam hal ini guru dituntut menjadi  profesional dalam penguasaan materi dan wawasan pendidikan. Karena itu pemetaan kompetensi guru sangat penting untuk dilakukan agar bisa dicarikan solusi mewujudkan pembelajaran yang bermakna, berkarakter, dan berdaya saing.

Perjuangan memajukan pendidikan di Indonesia

APPPI sudah berdiri
sudah bergerak dan berlari
merangkai mimpi yang bisa menjadi pasti
karena didasari oleh niatan suci

APPPI telah merangkai semua potensi
Yang selama ini tersebar berserakan di pelosok negeri
Sekarang saatnya bersatu padu untuk saling mengisi
Melalui sistem kolaborasi

APPPI tempat berkumpulnya pecinta negeri
Berjuang melalui Pendidikan secara sinergi
Dosen, guru, pemerhati, dan pemangku negeri
Semua Bersatu menyumbangkan energi
Pastilah Indonesia akan maju, sejahtera, dan damai