Anang Santoso

Anang Santoso (AS), lahir di Dukuh Jengglong, Desa Kaweron, Talun, Blitar, Jawa Timur. Diangkat dalam jabatan Guru Besar Ilmu Wacana pada Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) oleh Presiden RI sejak 1 April 2009. Gelar Doktor diraih dari UM (2002) dengan disertasi berjudul Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Wacana Politik Era Pasca Orde Baru, di bawah promotor Prof. H. Soeseno Kartomihardjo, M.A., Ph.D. (alm.) & kopromotor Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie (alm.), Dr. Monica D.D. Oka, M.A., & Prof. Dr. H. Suparno.

Pada Januari−Juli 2015, AS mendapat undangan dari Prince of Songkhla University (PSU), Pattani Campus, Thailand dalam rangka visiting profes-sor di Eastern Languages Department, Faculty of Humanities and Social Sciencies. Selain itu, AS juga membantu mengajarkan matakuliah “Bahasa Indonesia” dan “Sejarah Kebudayaan Nusantara” pada Malay Studies De-partment pada fakultas dan universitas yang sama.

Penulis yang semasa di Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Bli-tar (1980―1983) bercita-cita menjadi guru SD ini memiliki perhatian pada pembelajaran di sekolah dasar dan menengah. Beberapa buku teks untuk membantu guru memahami kurikulum sudah ditulis.

  1. Pelatihan Terintegrasi Guru-Guru SLTP (materi TOT guru Bahasa Indonesia SMP se-Indonesia, Direktorat SLTP, Ditjen Dikdasmen, Depdiknas Jakarta), Jakarta, 2004.
  2. Buku Model Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, Pusat Perbukuan Nasional, Depdiknas, Jakarta, 2006.
  3. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta (2010), anggota tim penulis.
  4. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia SD, kerja sama UM dengan PT Pertamina (Persero), Penerbit UM (2011), ketua tim penulis
  5. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia SD, Kerja sama UM dengan PT Pertamina (Persero), Penerbit UM (2012), ketua tim penulis
  6. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia SMP, Kerja sama UM dengan PT Pertamina (Persero), Penerbit UM (2013), penulis tunggal
  7. Teori Belajar Bahasa, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta (2014), ketua tim penulis.
  8. Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia: Membangun Kompetensi dan Jati diri, Penerbit Pelangi Sastra, Malang (2018), anggota tim penulis dan penyunting.

Menjelajah di berbagai-bagai kota di Indonesia dan negara jiran Malaysia, baik melalui proyek berlabel TEQIP (Teachers Quality Improvement Program), kerjasama Universitas Negeri Malang dengan PT Pertamina (Persero), tahun 2010—2014, yang kemudian menjadi ruh cikal bakal organisasi profesi bernama Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPPI), yang berkantor pusat di Malang, maupun yang sifatnya mandiri, untuk memberikan seminar, pelatihan, workshop, & pengabdian bagi guru, dosen, & masyarakat terkait dengan linguistik, pengajaran bahasa Indonesia, penulisan karya ilmiah, pembelajaran bermakna, & pemberdayaan aktor-aktor sosial, baik yang berlabel lokal, regional, nasional, dan internasional. Sejumlah tempat sudah dijelajahi: Sabang, Banda Aceh, Siglie (Pidie), Medan, Padang Sidempuan, Panyabungan (Mandailing Natal), Sawahlunto, Padang, Bukittinggi, Rumbai (Pekanbaru), Duri (Bengkalis), Jambi, Sangeti (Muarojambi), Kuala Tungkal (Tanjung Jabung Barat), Muara Sabak (Tanjung Jabung Timur), Bengkulu, Bintuhan (Kaur), Ranai (Natuna), Pulau Tiga (Natuna), Batam, Tanjung Pinang, Palembang, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Sukoarjo, Tuban, Semarang, Surabaya, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Malang, Batu, Blitar, Kediri, Magetan, Madiun, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Jombang, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Banyuwangi, Tulungagung, Trenggalek, Jember, Pamekasan, Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Sanggau, Pontianak, Palangkaraya, Singkawang, Kuala Kapuas, Penajam, Tanah Grogot (Paser), Tenggarong, Balikpapan, Samarinda, Sidenreng-Rappang, Makassar, Palu, Manado, Airmadidi (Minahasa Utara), Melonguane (Kepulauan Talaud), Baubau, Konawe Selatan, Kendari, Mataram, Gerung (Lombok Barat), Kupang, Kefamenanu (Timor Tengah Utara), Atambua (Belu), Labuan Bajo (Manggarai Barat), Ruteng (Manggarai), Bima, Dompu, Jailolo (Halmahera Barat), Ternate, Manokwari, Sorong, Jayapura, Merauke, sejumlah provinsi/kota di Thailand Selatan (Yala, Pattani, Trang, Narathiwat, & Songkhla), serta Malaysia (Kuala Lumpur, Seremban, & Kuala Terengganu).

Subanji

Namaku Subanji, lahir di Desa Tambibendo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tanggal (tertulis) 5 Juni 1971, tetapi tanggal lahir sesungguhnya tidak tahu karena tidak dicatat dan orang tuaku lupa, yang diingat hanya harinya “Selasa kliwon”. Diberi nama Subanji, karena lahir bersamaan dengan datangnya ”banjir” dari sungai Brantas. Kata orang jawa ”su” artinya baik dan ”banji” diambil dari kata ”banjir” (huruf ”r” terserap/hanyut). Sehingga arti lengkap ”subanji” adalah ”banjir yang mendatangkan kebaikan”. Riwayat pendidikanku, SD Tambibendo (1978-1984), SMP Mojo (1984-1987), SMA Negeri 5 Kediri (1987-1990), D3 Pendidikan Matematika IKIP Malang (1990-1993), S1 Pendidikan Matematika IKIP Malang (1993-1995), S2 Matematika ITB (2000-2002), dan S3 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya (2003-2006). Semasa kuliah D3 dan S1 pernah menjadi aktivis (Ketua Umum Senat Mahasiswa FMIPA dan Ketua Umum Senat Mahasiswa IKIP Malang). Pada tahun 1996 bersama Abdul Djalil Zuhri (alm), Sri Istuti Mamiek, dan Elvin Fajrul Jaya Saputra mendirikan yayasan Bahana Cita Persada yang menaungi Bimbingan Belajar Bela Cita, Perguruan Surya Buana dan Pondok Pesantren Modern Surya Buana. Subanji diangkat menjadi dosen Matematika FMIPA UM sejak Februari 1998. Saat ini mengajar di S1, S2, S3 Pendidikan Matematika FMIPA UM. Subanji menekuni riset berpikir matematis dan mengembangkan pembelajaran bermakna. Riset proses berpikir diawali dari disertasi S3 dengan judul Proses Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasional Mahasiswa dalam Mengonstruksi Grafik Kejadian Dinamik. Pembelajaran bermakna dikembangkan pada saat menjadi Ketua TEQIP (Teachers Quality Improvement Program – Program Peningkatan Kualitas Guru) kerjasama UM dengan PT. Pertamina (Persero). Sampai akhirnya Pembelajaran Bermakna menjadi ”Icon” dari kegiatan TEQIP. Selain menjadi Ketua TEQIP (2010-2015), juga ditugasi sebagai Ketua Pengembang Sekolah Model Terpadu Bojonegoro (2009-2013, menjadi Koordinator Prodi S2 dan S3 Pendidikan Matematika (2012-2014), menjadi Asesor BANPT (2008-sekarang), menjadi Ketua Divisi Penjaminan Mutu Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (2017-2019), Wakil Ketua Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (2019-sekarang). Di sela-sela menangani tugas, Subanji sempat menulis beberapa Buku:

  1. Sejarah Surya Buana, 2008
  2. Matematika Kreatif, 2009
  3. Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia melalui TEQIP (bersama Isnandar), 2010
  4. Teori Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasional, 2011
  5. Kurikulum TEQIP, 2012
  6. Pembelajaran Matematika Kreatif dan Inovatif, 2013
  7. The Magnitute of TEQIP “Empat Tahun Perjalanan TEQIP Memberdayakan Guru dari Sabang sampai Merauke” (bersama tim TEQIP), 2013
  8. TEQIP: Model Pengembangan Keprofesionalan Guru “Kreatif, Inovatif, Bermakna, dan Berkarakter” terintegrasi dalam Lesson Study (Bersama tim TEQIP), 2014
  9. Teori Kesalahan Konstruksi Konsep dan Pemecahan Masalah Matematika, 2015
  10. Teori Defragmentasi Struktur Berpikir Siswa dalam Mengonstruksi Konsep dan Pemecahan Masalah Matematika, 2016

Subanji juga aktif mengisi kuliah Tamu di beberapa kampus (diantaranya Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bung Hatta, STKIP PGRI Padang, Unsyiah), menjadi keynote Speaker di Seminar Nasional di beberapa kampus (Universitas Tadulako, Universitas Sanata Dharma, Universitas Negeri Malang, IKIP Mataram, Universitas Nusa Cendana Kupang, IAIN Ambon, IAIN Batu Sangkar). Subanji juga aktif memberikan pelatihan dosen dan guru di beberapa Kampus, diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogjakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Makassar, Universitas Cendrawasih Papua). Untuk APPPI, Subanji siap melayani klinis pembelajaran matematika bermakna dari guru-guru matematika, beberapa diantaranya (MGMP Blitar, MGMP Batu, MGMP Kediri, MGMP Jombang).